Pernah denger lagunya Katon Bagaskara yang Pasangan Jiwa? Mungkin yang belum tau bisa gue kasih liriknya dibawah, untuk audionya silahkan bisa diunduh sendiri di 4shared atau liat video clipnya di Youtube.
Kadangkala aku bertanya di mana cinta berada
Tersembunyi tiada kunjung menghampiri
Dua angsa memadu rindu di danau biru bercumbu
Pagut sepi ku di sini letih hati
Begitu jauh waktu kutempuh
Sendiri mengayun biduk kecil
Hampa berlayar, akankah berlabuh
Hanya diam menjawab kerisauan
Kadangkala aku berkhayal seorang di ujung sana
Juga tengah menanti tiba saatnya
Begitu ingin berbagi batin
Mengarungi hari yang berwarna
Di mana dia pasangan jiwaku
Ku mengejar bayangan
Begitu jauh waktu kutempuh
Sendiri mengayun biduk kecil
Hampa berlayar, akankah berlabuh
Hanya diam menjawab kerisauan
Aku berkhayal... Oh...
Begitu ingin berbagi batin
Mengarungi hari yang berwarna
Di mana dia pasangan jiwaku
Ku mengejar bayangan, kian menghilang
Biduk kecil hampa berlayar, akankah berlabuh
Hanya diam menjawab kerisauan, oh...
Tersembunyi tiada kunjung menghampiri
Dua angsa memadu rindu di danau biru bercumbu
Pagut sepi ku di sini letih hati
Begitu jauh waktu kutempuh
Sendiri mengayun biduk kecil
Hampa berlayar, akankah berlabuh
Hanya diam menjawab kerisauan
Kadangkala aku berkhayal seorang di ujung sana
Juga tengah menanti tiba saatnya
Begitu ingin berbagi batin
Mengarungi hari yang berwarna
Di mana dia pasangan jiwaku
Ku mengejar bayangan
Begitu jauh waktu kutempuh
Sendiri mengayun biduk kecil
Hampa berlayar, akankah berlabuh
Hanya diam menjawab kerisauan
Aku berkhayal... Oh...
Begitu ingin berbagi batin
Mengarungi hari yang berwarna
Di mana dia pasangan jiwaku
Ku mengejar bayangan, kian menghilang
Biduk kecil hampa berlayar, akankah berlabuh
Hanya diam menjawab kerisauan, oh...
Mungkin bagi para temans yang merasa gemas sama lirik lagu itu, well let's say gemas kesel karena merasa kesindir, atau yang merasa gemas seneng kalau lagu itu mewakili perasaan atau istilah kerennya "gue banget". This song has meaningful lyric. Bisa dibilang ini lagu tentang orang-orang yang bertanya dimana sih jodoh/ belahan jiwanya berada, karena sampai sekarang belum ketemu-ketemu. Lirik yang jenius ditambah aransemen musik yang bikin terbius ngebuat gue jatuh cinta sama lagunya. Yah walaupun banyak yang bilang, lyricnya so mellow and cheesy, kesannya desperate or something. But hey, I like it, no matter how was their reaction to me.
Jauh beda kalo diperhatiin lagu zaman sekarang dan lagu zaman dulu, yang zaman dulu tuh liriknya lebih bersifat sajak dan nggak gampangan, nggak kayak sekarang yang liriknya terang-terangan dan memakai bahasa vulgar yang kalo menurut gue sih rada kurang dalam segi estetika permusikan sih. Coba perhatiin lirik lagu Armada yang Mau Dibawa Kemana sama lagu Kla Project yang terpurukku disini,
"mau dibawa kemana, hubungan kita? ku tak akan terus jalani tanpa ada ikatan pasti”
"Terpurukku disini diayun bimbang sikapmu terhempas dan hempas tak terkira"
*well, semua lagu ini punya inti tentang kebimbangan suatu hubungan, tapi yah bisa liat sendiri dari segi teknik pemilihan katanya. Ditambah lagi soal aransemen musik, ya bisa dinilai sendiri kan yah*
Kasus kedua, coba dengerin lagu Bagindaz "c.i.n.t.a" sama Ebiet G Ade "cinta sebening embun"
"Berapa kali kuharus katakan cinta? Berapa lama kuharus menunggumu? Namun dirimu masih begitu acuhkan kutakmau tau"
"Pernahkah kau coba membaca, sorot mata dalam menyimpan rindu, sejuta impian, sejuta harapan, kenapa mesti engkau abaikan?"
*Haha, gotcha! Lagi-lagi masalah di lirik dan pemilihan kata. Sebenernya sama sih liriknya bercerita tentang cinta yang bertepuk sebelah tangan, cuma ya itu, menurut gue kata-kata puitis dijadiin lirik lagu itu indah loh, dan susah lagi memadumadankan kata-kata yang yg punya rima sama.
Jadi menurut gue, gue tau lagu mana yang akan gue pilih dengan predikat lebih bagus. Tapi tetep lah gue hargain karya-karya seniman zaman sekarang karena gue tau sebenernya bikin suatu karya, terutama karya musik itu nggak segampang dan secepet orang ngabisin semangkok indomie rebus. Kalo bikin musik yang karyanya standard aja begitu susah, apalagi yang menghasilkan karya yang berkualitas ya?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar