Kamis, 09 Februari 2012

meaningless cocote

You'd better make more space and give it thickest border so I'm able to make clear just far as I can reach. |

you've made this more complicated cause you gamble your own luck. it should have been very simple.|

You run the roulette, and let the faith lead us. But sometimes I desire to be able drive my own fate, our fate.  

Then I realize, I do not have a mightiest power, cause I'm not God. Just be patience to play the role at God's scenario.

I'm the worst actress in the universe though I can act so well. I'm the great pretender. None beats me, I won't let it

Keep hiding, lying and managing my emotions. I like to like something I don't like and vice versa.

Never believe that can drive me insane. I admit to myself, being a childern is something I would love to.

Why can't we be like one of story book childern?

it seems like we played Hide & Seek. I normally we just play those simplest game, I hide and you try to find me.|

I hide too far and be afraid to be beaten, you seek nothing but my voice and it scares you.|

Does this earth has the happy ending? Cause I always believe, the happy ending is the story that hasn't end up yet.

Becak Tiguling

Kali ini mau cerita tentang tragedi becak pengkolan yang gue alamin sekitar 15 tahun yang lalu. Jadi ceritanya waktu itu malem jumat tanggal 16 november 96 gue yg saat itu masih berusia cimit-cimit minta sama bokap buat ngerayain ulang tahun saat itu. Walaupun keluarga gue termaksud golongan orang-orang yg gak mau merayakan ulang tahun, tapi melihat anaknya yg ngotot banget pengen ngerayaan ulang tahun, akhirnya orang tua gue setuju buat ngerayain di restaurant fastfood terkenal saat itu (baca: McD). Sebenernya sih gak gede-gede amat perayaannya, cuma makan-makan sekeluarga aja, tapi mengingat saat itu gue termaksud orang yg sangat jarang bisa menikmati kenikmatan makanan fastfood, jadi ya seneng aja, apalagi zaman dulu (sampe sekarang sih) gue demen ngumpulin hadiah dari happy meal, jadinya moment itu adalah moment yg sangat gue nantikan setahun sekali.

Malem itu gue nungguin bokap pulang kerja dengan hati berbunga-bunga. Gue bakal jalan-jalan malem ini dan makan McD, sungguh kebahagiaan yg simpel banget saat itu :'). Okelah sampe suatu mol terkemuka bekasi, kita makan, abis itu nyari kado buat gue, kado yg sangat huwow banget kalo dipikir-pikir sekarang konyol banget, nyaeta Sepatu kaca-kacaan. Setelah perut senang hati kenyang, kita memutuskan untuk pulang, apalagi saat itu jam sudah menunjukan pukul setengah sepuluh malam.

Nah, disini kejadian yang unforgetable terjadi. Jadi saat itu rumah gue ada di kawasan Bekasi Timur, tepatnya di perumahan Duren Jaya. Jam segitu, udah jarang banget angkot yg lewat. Apalagi jarak mol bekasi dan perumahan gue itu jauh banget 2 kali ganti angkot. Sampe terminal jam sepuluh lewat, dan angkot K-12 udah gak eksis di terminal. Panik, kita berempat harus mencari jalan supaya bisa cepet nyampe rumah. Akhirnya, kita pun manggil becak yang lagi mangkal di ujung terminal. Entah kenapa itu Cuma ada satu-satunya abang becak yang masih berkeliaran di jam segitu.

Singkat kata, kita naik becak itu berempat. Pangku-pangkkuan. Harusnya saat itu gue sudah menyadari bahwa naik becak bekasi yang sempit dan musti papangkuan adalah hal yang salah banget. Kondisi jalanan saat itu sedang sepi. Si abang ngegowes becak perlahan, entah karena dia orang yg sangat hati-hati atau dia sedang dalam fase kelelahan luar biasa karena harus menggowes beban lebih dari 1 kuintal itu.

Tiba saatnya masuk ke dalam kompleks perumahan gue, dan disitu ada tikungan yang cukup curam lah, dan pada saat si abang becak mau belok ke kiri, tiba-tiba ada mobil dari arah yang bersebrangan mau belok juga. Panik, abang becak lagsung banting setang kearah kiri. Kita yang nggak punya persiapan apa-apa langsung ikutan panik tiba-tiba apalagi ketika mengetahui di sisi sebelah kiri ada got yang gede banget. Akibatnya karena kehilangan keseimbangan, becak kita tiguling dan nyangkut di got, empat orang didalamnya, yaitu orang tua, kakak dan gue jatuh aja langsung ke aspal.

Bokap gue cidera di bagian tangan, begitupun nyokap gue. Kakak gue pun hamper masuk jatuh ke got, tapi alhamdulilahnya sih nggak, tapi cidera yang dia alamin di seluruh dengkul dan sikut cukup membuat meringis sih. Dan gue, bisa dibilang double combo wounded lah, udah luka di tangan, sikut, dengkul plus dagu gue ikutan berdarah. Si abang becak gimana? Dia adalah satu-satunya pihak beruntung tanpa luka sedikitpun. Ternyata setelah mendengar kesaksian orang disana, suara becak sial gue saat menjatuhkan keluarga gue itu sangat keras sampai membangunkan tidur tetangga. Saat itu sih gue masih semaput, antara sadar atau nggak. Akhirnya si abang becak minta maaf sama keluarga gue. Ya iya sih, siapa yang beneran mau terjadi kecelakaan kayak gini, walaupun si abang becak rela gak usah dibayar, Kasian si abang, saat itu udah hampir kena bogem mentah warga sekitar. Akhirnya kita ambil jalan damai aja, dan tetap membayar jasa si abang becak. Kita pulang diantar motor oleh warga sekitar dan berakhirlah kejadian sial malam itu.

Pesan moral: setiap hal pasti punya batasan, seperti misalnya becak. Jika dirasa tidak akan muat, maka jangan dipaksakan. Sekalipun anda semua kurus-kurus, bukan berarti anda bisa naik becak sekaligus pangku berenam kan?

Kamis, 22 Desember 2011

Jema'ah K-popiyah

Godaan k-pop itu sangat berat saudara-saudara. Pertama kali gue pikir gak mungkin gue suka sama musik jenis ini, tapi karena racun dari salah satu temen gue yg terus-terusan nyanyi "because I naughty naughty, hey I'm mr. Simple" mau gak mau gue jadi sering searching, saha eta nu nyanyi.

Pencarian gue berakhir di youtube dengan kata kunci Mr. Simple, dan voila seketika gue tau who's the singer from the song which can't go out of my head. It's Super Junior. Video pertama: hmmm, video kedua: boleh juga, ketiga: oke nih, begitu sampe video selanjutnya. Dan sekarang gue jd tau banyak tentang suju.

Sebenernya temen gue udah duluan tau dan ngefans sama eta boyband. Dan sebetulnya deui, dari SMA, gue udah gak asing sama nama Super Junior. Dulu dari temen SMA sampe temen les, mereka adalah fans sejati K-pop. Tapi mereka gak ngefans sama Suju, melainkan sama DBSK. Emang sih dari segi suara dan gaya lebih bagus dan macho DBSK, tapi gue ngeliat suju itu personilnya lucu dan unik, terlebih pas gue udah liat Variety Show yg mereka bintangi.


Kalo diinget-inget dulu terjadi percakapan antara temen-temen gue yg penyuka DBSK untuk mempengaruhi gue yg masih gak ngarti apa-apa tentang k-pop:

Temen: ci ntar temenin gue ke stasiun ya
Gw: boleh, emang mau ngapain?
T: mau beli majalah ***** ada poster DBSK nya gedeee~
G: oowh, oke. Emang siapa sih DBSK?
T: *mulai bergerilya* ini blablabla, terus blablabla, lo mesti denger lagunya, nih fotonya...
G: hmm, asik juga! Tadi yg ini siapa aja? Eh yang ini ganteeeng~!
*oke, gue udah mulai kena virus k-pop*
T: iih~, liat deh tuh si 'anu' blablabla, dia sok-sok paling ngerti k-pop, padahal baru suka Suju.
G: suju? Siapa lagi tuh?
T: itu mah boyband baru, personilnya banyak banget, yang ganteng cuma 2, siwon sama kibum doang. Gak tau gak terlalu ngikutin sih.
G: hmmm~,

Itulah percakapan antara gue dan teman di akhir tahun 2006. Kalo diinget-inget lucu aja, waktu liat foto suju jaman dulu itu ASLI NGGAK BANGET. Bahkan yang terganteng pun gak terlihat ganteng disitu. Tapi semakin kesini oke lah, semuanya niat me make over diri jadi better look.

Dan dari sekedar nontonin videonya di youtube, gue jd sering download dan streaming variety shownya Suju. Sebenernya sih jujur gue lebih suka acara-acara yang ada merekanya aja ketimbang video-video clip/ live nya. Lucu mereka kayak ngalir begitu aja dan gak dibuat-buat. Sampe pada suatu saat di gramed gue nemu buku tentang Suju, gue penasaran dan akhirnya beli. Namun sayang, profil bias gue gak ada di dalamnya, kecewa sih cuma ya mau gimana lagi ya sudah terlanjur basah ya sudah basah sekaliii~.  

Ya pada intinya, semua orang pasti suka sama segala hal yang berbau mainstream. Gak usah lah ya jadi sok-sok an beda dengan orang lain dengan menyukai musik yang orang lain masih awam dengernya so that everybody can consider you as a cool person. Gue suka Britpop dan K-pop dan menurut gue itu gak masalah walaupun pada awalnya gue gak mengira begitu. Di dunia ini telah tercipta berbagai jenis musik dan setiap orang pasti punya selera yang relatif tidak sama pada jenis musik tersebut. Jadi kalo kata gue, gak perlu lagi mengkotak-kotakan aliran musik berdasarkan genre/umur cause music is universal.

Kamis, 15 Desember 2011

thank lord :)

"Kalau semua cita-citaku dapat tercapai, aku akan tak butuh tuhan"

Barusan itu kutipan dari status temen gue yang gue ambil karena gue pikir, ini keren. Bisa aja dia sampe mikir kearah sana, karena selama ini kita selalu berpikiran untuk menyalahkan Tuhan kalau ada keinginan kita yang tidak terlaksana. Gue sempet butuh 10 detik untuk baca dan ngerti isi pesannya, yes can't agree more bout that!

Bayangin, lo gagal mewujudkan apa yang lo cita-citakan sedari kecil. Let's say dulu lo bercita-cita jadi Dokter, Pilot atau Artis. Tapi lo harus terpaksa puas dengan profesi dan keadaan lo sekarang. Lo gagal tes jadi pramugari, gagal lulus SNMPTN, gagal punya pacar artis, itu semua adalah hal-hal yang sebenernya nggak lo harapkan terjadi di hidup lo. Mana ada sih orang yang pengen gagal, cuma karena garis takdir udah bilang begitu, maka lo harus begini, umur segini lo begini dan begini dan itu nggak akan bisa berubah. Hidup nggak kayak sinetron primetime di TV, supaya banyak orang yang tertarik dengan diri lo, terus lo ubah skenario hidup lo menjadi lebih panjang dan more dramatic dan pada akhirnya diakhir cerita lo dapet yang namanya happy ending. Nggak ada yang bisa ngatur dan nawar nasib, like proverb says: manusia menjalankan tuhan yang menentukan.

Terus apa yang bisa lo lakuin dihidup lo? Apalagi sih yang manusia bisa lakuin selain nyesel diakhir sesuatu? Nyesel karena salah ambil jurusan kuliah, nyesel karena salah pilih perusahaan, or whatever other regret. The other option is nyalahin tuhan, "kenapa begini? Kan hamba maunya begini. Padahal hamba udah usaha begini begini..." Blablabla, itu pasti keluhan yang dikeluarin manusia setiap kali berdoa. Padahal yang nggak mereka tau, tuhan itu bukan costumer service yang tiap hari dengerin keluhan terus-terusan.

Kalo mau dipikirin lagi, yuk coba bayangin kalo semua apa yang lo pengen terkabul, apa yang lo lakukan sukses, lo mungkin nggak akan kenal tuhan. Orang yang terus-terusan sukses akan lupa berdoa dan bersyukur, karena sukses udah jadi kebiasaan dia. Tapi apa mungkin ada manusia yang hidupnya sukses 100%? Mungkin itulah alasan tuhan untuk menunjukan eksistensinya. Saat gagal, manusia dapat mengingat tuhan dengan berdoa agar tujuannya bisa tercapai, saat berhasil, manusia juga dapat mengingat tuhan dengan cara bersyukur setiap mendapat berka. Tapi untuk yang terakhir, manusia biasanya lupa sih buat bersyukur, yang ada malah pengen tambah nikmat lagi dan lagi seakan nikmat seluas lautan nggak cukup buat dia. Yap, manusia emang udah ditakdirkan bersifat seperti itu

Intinya,  Pandangan kedua mata lebih jelas dibanding pandangan satu mata tertutup. selalu melihat dua sisi dari sesuatu itu penting. Jangan hanya ngeliat dari sebelah sisi. Melihat suatu kagagalan hanya dari sisi negatif cuma akan menimbulkan efek yang lebih negatif, macem skeptis sama tuhan, stress, nyerah dll. Tapi dengan mengambil sisi positifnya juga kelak akan membuat kita belajar dan terpacu untuk tidak akan mengulang kesalahan yang sama dan bisa memperbaiki jalur kedepannya.

Minggu, 11 Desember 2011

Badai Pasti Berlalu, tapi kapan?

Rasanya kaya ditampar waktu liat bapak-bapak pembersih kampus masih bisa senyum dan terima pekerjaan dengan segala kekurangannya, sedangkan gue dsini, kerjaannya cuma baca nulis, duduk dikelas dan natap layar monitor harus ngeluhin setiap hal yg terjadi setiap hari.

Lama-lama jadi eneg aja sama keluhan diri sendiri yang begini-begitu, selalu ngerasa masalah pribadi itu lebih besar, lebih urgent dibanding masalah orang lain and becoming a dramarama. Nggak heran mungkin tuhan mencoba ngingetin gue dengan semua ini bahwa, didunia ini bukan cuma ada kita doang. Tuhan punya banyak hamba, dan kita harus nunggu agar doa kita dihijabah oleh tuhan. Ibaratnya lagi ngantri tiket kereta, cepet atau lambatnya jalan antrian tergantung amal dan ibadah, no doubt about that.

Satu pelajaran penting, jangan suka lebay sama masalah sendiri, justru harusnya bersyukur kita diberi cobaan yang masih dalam batas kemampuan kita. Percaya badai ini pasti berlalu. hwaitiiing~! 

Senin, 14 November 2011

WISUDA PASTI BISA!

Hari ini hidup gue produktif sekali. Pagi ini gue bangun jam 7, sangat pagi sekali untuk ukuran gue. tanpa sempat sarapan gue langsung pergi ke kampus walaupun hari ini tidak ada perkuliahan sama sekali. Semua itu gue lakukan demi apa? ya demi kelancaran proses metamorfosis dari tahap Seminar-Proposal-Skripsi. Hari ini gue menghabiskan banyak waktu di Perpus Kampus. Rencana mau minjem buku A yang menunjang teori di Propos gue, eh malah ternyata nggak ada karena sedang dipinjam. Ternyata biaya perpanjangan kartu anggota perpus di kampus gue itu mahal sekali, 25k/ person and seketika gue langsung bokek tak terkira.

Dengan menganut asas "Idle Minds Are The Devil's Workshop" gue menjadikan setiap hari di hidup gue menjadi hari berpikir dan bertindak mulai detik ini. Pokoknya dalam hal apapun, gue berusaha untuk tidak nganggur barang semenitpun. Susah sih emang buat ngilangin rasa malas, ya cuma emang udah waktunya buat gue ngilangin segala setan yang menggangu. Proposal gue UDAH JADI akhirnyaaa~, emang segala sesuatu tuh harus dimulai dengan niat yang tulus dan target. Jangan kebanyakan rencana dan lakukan yang menurut lo bisa dan harus lo lakukan. Padahal baru seminggu kemaren gue ngerasa males buat nyelesaiin baca buku, tapi semua harus dimulai dengan SPIRIT yang Luar Biasa untuk menyelesaikan itu semua. Alhamduuuu~ lilaaah ya allaaah~ :">

ps: doakan gue supaya jangan keasikan ngenet dibanding nugas ya untuk hari-hari selanjutnya...

ROSSI HWAITIIIINNGGG~!!! \m/

Minggu, 06 November 2011

tidak seindah kisah di FTV, kawan!

Jumat emang hari yang bikin maleeeees banget buat ngapa-ngapain, well mungkin emang guenya aja yah yang males, but hey! Thank god it's friday. Hidup gue emang selalu dengan rencana. Diotak gue sibuk untuk memprogram hari esok dengan pelbagai rencana-rencana matang, tapi hasilnya, keesokan harinya hanya 20% dari peta rencana yang berhasil dijalankan.

Kemarinnya sih gue berinisiatif untuk pergi ke perpus jumat pagi dan berdiam diri disana sekitar 2-3 jam untuk mencari referensi skripsi. Namun apa daya, rencana tinggal rencana, gue bangun kesiangan dan kondisi badan gue pagi ini lumayan lemes. Walhasil jumat pagi hanya diisi dengan bangun-kamar mandi-beli sarapan- buffering-buffering-ngenet sampe siang. Sungguh tidak produktif sekali diriku kawan!

2 hari lagi kan Lebaran Haji, makanya minggu ini gue berpikir buat balik lagi ke bekasi. Itu sih sebenernya bukan rencana, bisa dibilang dadakan malah. Dan setelah jam 12 gue bersiap berangkat ke Leuwi Panjang. Cuaca siang ini mendung sedikit gerimis, tapi gue tetap melangkah pasti menuju pangkalan Damri. Kesan pertama gue adalah "woanjiiir, dapet damri kaleng deui!" Tapi yah mau namanya nasib, udah leha-leha duduk lucu di pojok bis, tiba-tiba disuruh turun soalnya ban bisnya gembes, ya akhirnya turunlah semua penumpang yg entah kenapa hari ini penuhnya melebihi kapasitas. Ternyata dibelakang udah standby bis Elang baru yang AC, wow! Pasti lebih nyaman tapi hey, penumpangnya banyak, gue harus berjibaku dengan perempuan-perempuan seusia gue demi memperebutkan kursi Pewe di Bis Maha nyaman ini.

Seperti yang bisa diduga, dalam setiap pertempuran ketangkasan adu-cari-tempat-duduk ini gue selalu kalah, dan akhirnya gue dapet duduk di kursi PALING BELAKANG. Tadinya gue gak begitu memperhatikan kehadiran cowo disebelah gue, yang akhirnya gue sadar cowo itu sama-sama berebutan naik bis sama gue tadi, tapi akhirnya dia ngalah dan mempersilahkan gue dan cewe-cewe untuk naik duluan (oh so gentlemen).

Karena males berebutan kursi, akhirnya gue cuma menjangkau kursi yang dekat dari jarak gue, kursi paling belakang yang sebelah gue adalah babeh-babeh yang sedang menelepon manja. Dalam hati "shit, salah duduk ini ya" ditengah kegelisahan salah ambil posisi tiba-tiba sebelah gue duduklah si mas-oh-so-gentle barusan. Auranya positif; putih, bersih, tinggi, wangi lagi. Dari apa yang gue curi pandang, doi lumayan good looking, and yes blessing me he sit beside me, mepet pula, yahii! (Sifat cunihin gue mendadak muncul)

Yang namanya gue, pasti selalu clumsy. Gak sama orang yang disuka aja, sama siapapun kalo situasinya canggung, gue suka kikuk sendiri. Gue merasa apa yang gue lakukan salah dan jelek, jadinya gue sering sekali merubah posisi duduk, tangan dan kaki in order to get the comfortable position. Gue seneng, dalam hati gue ngarep "semoga mas ini juga turun di leuwi, terlebih naik Primjas bareng sampe bekasi.." Doa gue begitu berlebihan siang itu. Semua berjalan begitu menyenangkan, dalam jarak 1km gue duduk nyaman sambil mencium aroma surga, tapi untung tak dapat ditolak malang tak dapat di hadang, mungkin karena sifat dia yang oh-so-gentle dia kembali ngasih duduk ke bapak-bapak tua yang emang sih lebih membutuhkan. "What, ini gak mungkin gue udah dalam posisi the best inih, kenapa tiba-tiba harus..." Ah nggak banget sekarang sebelah gue bapak-bapak yang entah kenapa duduknya semakin makan tempat.

Yaaah, sekarang dia berdiri dan membelakangi gue. Pas dia duduk aja gue gak berani ngeliat mukanya kayak apa, lah sekarang pandangan gue dihiasi dengan punggungnya doang (hell!). Yaah sepanjang perjalanan sampe gue turun sih begitu aja. Harapan untuk turun dan sebis di Primjas harus pupus begitu saja karena ternyata dia turun sesudah gue.

Begitu mengetahui kejamnya kenyataan gue shock, haruskah orang-orang good looking cuma lewat gitu aja di hari-hari gue tanpa ada bekasnya sama sekali? #eaaa. Fin, selesai. Cerita ini jika difilmkan tidak akan bagus hasilnya --