"Kalau semua cita-citaku dapat tercapai, aku akan tak butuh tuhan"
Barusan itu kutipan dari status temen gue yang gue ambil karena gue pikir, ini keren. Bisa aja dia sampe mikir kearah sana, karena selama ini kita selalu berpikiran untuk menyalahkan Tuhan kalau ada keinginan kita yang tidak terlaksana. Gue sempet butuh 10 detik untuk baca dan ngerti isi pesannya, yes can't agree more bout that!
Bayangin, lo gagal mewujudkan apa yang lo cita-citakan sedari kecil. Let's say dulu lo bercita-cita jadi Dokter, Pilot atau Artis. Tapi lo harus terpaksa puas dengan profesi dan keadaan lo sekarang. Lo gagal tes jadi pramugari, gagal lulus SNMPTN, gagal punya pacar artis, itu semua adalah hal-hal yang sebenernya nggak lo harapkan terjadi di hidup lo. Mana ada sih orang yang pengen gagal, cuma karena garis takdir udah bilang begitu, maka lo harus begini, umur segini lo begini dan begini dan itu nggak akan bisa berubah. Hidup nggak kayak sinetron primetime di TV, supaya banyak orang yang tertarik dengan diri lo, terus lo ubah skenario hidup lo menjadi lebih panjang dan more dramatic dan pada akhirnya diakhir cerita lo dapet yang namanya happy ending. Nggak ada yang bisa ngatur dan nawar nasib, like proverb says: manusia menjalankan tuhan yang menentukan.
Terus apa yang bisa lo lakuin dihidup lo? Apalagi sih yang manusia bisa lakuin selain nyesel diakhir sesuatu? Nyesel karena salah ambil jurusan kuliah, nyesel karena salah pilih perusahaan, or whatever other regret. The other option is nyalahin tuhan, "kenapa begini? Kan hamba maunya begini. Padahal hamba udah usaha begini begini..." Blablabla, itu pasti keluhan yang dikeluarin manusia setiap kali berdoa. Padahal yang nggak mereka tau, tuhan itu bukan costumer service yang tiap hari dengerin keluhan terus-terusan.
Kalo mau dipikirin lagi, yuk coba bayangin kalo semua apa yang lo pengen terkabul, apa yang lo lakukan sukses, lo mungkin nggak akan kenal tuhan. Orang yang terus-terusan sukses akan lupa berdoa dan bersyukur, karena sukses udah jadi kebiasaan dia. Tapi apa mungkin ada manusia yang hidupnya sukses 100%? Mungkin itulah alasan tuhan untuk menunjukan eksistensinya. Saat gagal, manusia dapat mengingat tuhan dengan berdoa agar tujuannya bisa tercapai, saat berhasil, manusia juga dapat mengingat tuhan dengan cara bersyukur setiap mendapat berka. Tapi untuk yang terakhir, manusia biasanya lupa sih buat bersyukur, yang ada malah pengen tambah nikmat lagi dan lagi seakan nikmat seluas lautan nggak cukup buat dia. Yap, manusia emang udah ditakdirkan bersifat seperti itu
Intinya, Pandangan kedua mata lebih jelas dibanding pandangan satu mata tertutup. selalu melihat dua sisi dari sesuatu itu penting. Jangan hanya ngeliat dari sebelah sisi. Melihat suatu kagagalan hanya dari sisi negatif cuma akan menimbulkan efek yang lebih negatif, macem skeptis sama tuhan, stress, nyerah dll. Tapi dengan mengambil sisi positifnya juga kelak akan membuat kita belajar dan terpacu untuk tidak akan mengulang kesalahan yang sama dan bisa memperbaiki jalur kedepannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar