Minggu, 11 Desember 2011

Badai Pasti Berlalu, tapi kapan?

Rasanya kaya ditampar waktu liat bapak-bapak pembersih kampus masih bisa senyum dan terima pekerjaan dengan segala kekurangannya, sedangkan gue dsini, kerjaannya cuma baca nulis, duduk dikelas dan natap layar monitor harus ngeluhin setiap hal yg terjadi setiap hari.

Lama-lama jadi eneg aja sama keluhan diri sendiri yang begini-begitu, selalu ngerasa masalah pribadi itu lebih besar, lebih urgent dibanding masalah orang lain and becoming a dramarama. Nggak heran mungkin tuhan mencoba ngingetin gue dengan semua ini bahwa, didunia ini bukan cuma ada kita doang. Tuhan punya banyak hamba, dan kita harus nunggu agar doa kita dihijabah oleh tuhan. Ibaratnya lagi ngantri tiket kereta, cepet atau lambatnya jalan antrian tergantung amal dan ibadah, no doubt about that.

Satu pelajaran penting, jangan suka lebay sama masalah sendiri, justru harusnya bersyukur kita diberi cobaan yang masih dalam batas kemampuan kita. Percaya badai ini pasti berlalu. hwaitiiing~! 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar